Sejarah PSHT, Arti Lambang dan Falsafah PSHT [LENGKAP]

Sejarah PSHT, Arti Lambang dan Falsafah PSHT [LENGKAP]

Sejarah PSHT – Halo hai sobat semua, Pesilat manasih yang gak kenal dengan perguruaan PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate).

Pencak silat yang lebih dikenal dengan nama SH Terate ini adalah sebuah perguruan silat yang mempunyai tujuan untuk menciptakan manusia yang bersifat berbudi luhur, mengerti tentang benar dan salah serta manusia yang bertakwa kepada Tuhan yang maha esa.

Sh terate mendidik para anggotannya untuk mempunyai kesetiaan dalam sanubari sendiri serta lebih mengutamakan rasa persaudaraan antar “warga” (sebutan untuk anggota PSHT), sehingga perguruan ini lebih senang dipanggil pesaudaraan daripada perguruan.

hal ini terbukti dalam organisasi tersebut dimana para pelatih tidak dipanggil guru tetapi di panggil “Mas” (sebutan untuk kakak dalam bahasa jawa)

PSHT termasuk kedalam rumpun atau aliran Persaudaraan Setia Hati (PSH). Organisasi ini juga yang memprakasai pembentukan IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) bersama dengan 9 perguruan silat lainnya pada kongres pencak silat yang berlangsung pada tanggal 28 Mei 1948 di Surabaya.

Jika kalian seorang anggota PSHT maka berbanggalah karena pencak silat ini merupakan pencak silat dengan jumlah anggota terbanyak yakni sekitar 8 juta orang, cabang Sh Terate sendiri di Indonesia tersebar di 200 kabupaten atau kota.

Tak hanya itu Psht jug turut mengembangkan pencak silat di negara-negara lain atau biasa disebut dengan komisariat luar negeri. Komisariat itu berada di Malaysia, Russia (Moskow), Timor Leste, Korea Selatan, Hongkong, Jepang dan Belanda.

Sejarah Persaudaraan setia hati terate psht secara singkat

sejarah-psht

Jika sejarah psht dijelaskan secara singkat maka, organisasi pencak silat ini didirikan di pada tahun 1922 di Indonesia tepatnya Desa Pilangbango, kecamatan Kartoharjo, Madiun. Pendirinya ialah Ki Hadjar Hardjo Oetomo yakni murid dari Ki Ageng Soero Dwiryo yang lebih dikenal dengan nama Eyang Suro.

Sejarah Persaudaraan setia hati terate psht secara luas

sejarah-psht-secara-luas

Sekitar tahun 1903 di surabaya tepatnya di kampung tambak gringsin, Ki Ageng Soero Dwiryo penggagas gaya pencak silat setia hati, sebelum dikenal dengan nama Setia Hati, beliau mendirikan Djojo Gendilo Tjipto Mulyo sebagai latihan fisik atau gerakan pencak silat setia hati, untuk kerokhanian dan spiritualnya beliau mendirikan Sedulur Tunggal Ketjer atau lebih dikenal dengan nama STK.

Setelah beberapa tahun, Eyang Suro (Ki Ageng Soerodwirjo) pindah ke kota Madiun, disana beliau mendirikan Perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate di desa Winongo, Madiun. Nama tersebut diambil karena setia hati mempunyai arti setia pada hati diri sendiri

Karena pada tahun tersebut bangsa indonesia masih berada dalam jajahan kolonialisme belanda maka setia hati masih belum atau bukanlah sebuah organisasi hal tersebut karena belanda melarang adanya organisasi pencak silat, khawatir jika terjadi pemberontakan.

Maka Setia hati hanya menjadi tempat latihan bagi para siswa. Dan pada tahun 1922, murid dari Ki Ageng Soerodiwirjo yakni Ki Hadjar Hardjo Oetomo salah satu pahlawan perintis kemerdekaan 1883-1952, meminta izin kepada gurunya untuk mendirikan latihan Setia Hati untuk generarasi muda saat iti, dan hal tersebut diperbolehkan oleh Ki Ageng Soerodiwirjo.

Tetapi Eyang Suro memberikan syarat agar namanya berbeda. Maka, Ki Hardjo Oetomo mendirikan SH PSC singkatan dari Setia Hati Pemuda Sport Club dan berganti lagi setelah berupa organisasi yaitu Persaudaraan Setia Hati "Pemuda Sport Club.

Dalam kongres pertama yang dilakukan di Madiun pada tahun 1948 organisasi tersebut kemudian menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Perkembangan PSHT sangat cepat, terlebih lagi setelah perang dunia ke ll, PSHT hampir tersebar ke seluruh penjuru Indonesia.

Di balik kebesaran PSHT sampai sekarang, pasti di dalamnya terdapat tokoh tokoh yang hebat, salah satunya yaitu Mas Irsjad, beliau merupakan murid pertama dari Ki Hadjar Hardjo Oetomo. Beliau juga yang menciptakan 36 jurus, 90 senam dasar, senam jurus toya (jurus dengan tongkat panjang), dan jurus belati (jurus dengan belati).

Pembuatan jurus dan senam bertujuan untuk membedakan antara Setia Hati yang berada di Winongo. Nama besar PSHT pun tidak berhenti sampai disitu selain Mas Irsjad, salah satu murid beliau yaitu Mas Imam Koesoepangat (1939-1987) selaku pemimpin spiritual PSHT juga turut ambil dalam membesarkan nama PSHT.

Setelah itu pengganti dari Mas Imam Koesoepangat yakni Tarmadji Boedi Harsono(1987-2014), setelah Mas Tarmadji wafat beliau digantikan oleh Mas Richard Simorangkir, dan akan digantikan kembali sampai keputusan Parapatan Luhur yang akan digelar pada tahun 2014.

Pendiri psht

Jika kita membaca kembali sejarah psht yang telah kita bahas barusan, maka kita tahu bahwa pendiri Psht adalah Ki Hadjar Hardjo Oetomo, meskipun demikian Ki Ageng Soerodwirjo merupakan salah satu orang yang turut ambil dalam sejarah berkembangnya PSHT.

Karena cikal bakal dari pencak silat PSHT berasal dari Ki Ageng Soerodwirjo sebagai penggagas dari gaya pencak silat setia hati.

Lambang psht

lambang-psht

Lambang atau logo PSHT terdiri dari segi empat panjang, dasar hitam, hati putih bertepi merah, sinar, Merah melingkari hati putih,Bunga Terate,Bunga terate mekar, setengah mekar dan kuncup, Senjata silat, Garis putih tegak lurus ditengah-tengah merah, Persaudaraan Setia Hati Terate, dan Hati putih bertepi merah terletak ditengah-tengah
lambang

1. Segi empat panjang

Lambang psht berada didalam segi empat panjag atau persegi panjang, hal ini menunjukan arti Perisai untuk melindungi diri sendiri.

2. Dasar Hitam

Dalam segi empat panjang tersebut terdapat background atau layar belakang berwarna hitam hal ini menunjukan arti kekal dan abadi.

3. Hati putih bertepi merah

Pada lambang PSHT jika melihat pada bagian tengahnya maka akan terlihat dengan jelas Hati putih bertepi merah hal tersebut menunjukan arti cinta kasih ada batasnya. Yaitu cinta terhadap sesuatu harus ada batasnya tidak boleh berlebihan.

4. Merah melingkari hati putih

Selanjutnya dalam hati tersebut terdapat warna merah yang berada di tepi gambar hati tersebut, lambang tersebut mempunyai arti berani mengatakan yang ada dihati setiap anggota PSHT.

5. Sinar

Dalam hati tersebut terdapat garis garis yang keluar dari hati, hal tersebut merupakan sinar yang mempunyai arti adanya hukum alam, dimana setiap mereka yang berbuat baik maka akan mendapat balasannya dan begitu juga dengan sebaliknya.

6. Bunga Terate

Sesuai dengan nama organisasi tersebut maka dalam lambang PSHT tedapat bunga terate yang Bermakna kepribadian yang luhur terhadap sesama.

7. Bunga terate mekar, setengah mekar dan kuncup.

Didalam logo PSHT tidak hanya terdapat satu bunga terate tetapi 3 bunga yaitu Bunga terate mekar, setengah mekar dan kuncup. Perbedaan dalam bunga tesebut menunjukan arti dalam bersaudara tidak membeda-bedakan latar belakang seperti azaz PSHT yang berdoman persaudaraan bukan perguruan.

Jadi dalam psht semua anggota tetap diakui saudara meskipun dia miskin, kaya, besar, kecil, jelata ataupun bangsawan.

8. Senjata silat

Dalam psht mempunyai arti pencak silat sebagai benteng perlindungan diri.

9. Garis putih tegak lurus ditengah-tengah merah

Garis tegak lurus yang berada disamping hati bersinar mempunayi makna berani karena benar, takut karena salah. Hal tersebutlah yang menjadi pedoman ajaran PSHT.

10. Persaudaraan Setia Hati Terate

Dalam lambang tersebut terdapat tulisan Persaudaraan Setia Hati Terate yang mempunai arti mengutamakan hubungan antar sesame manusia yang tumbuh dari dalam hati yang ikhlas, tulus, dan bersih didalamnya. Hal tersebut dicerminkan dengan perkataanya yang kelurar dari hati yang tulus serta kepribadiannya yang luhur.

11. Hati putih bertepi merah terletak ditengah-tengah lambang

Dan yang terakhir letak hati bersinar yang berada di tengah tengah lambang hal tersebut mempunyai arti PSHT yang netral dan tidak menganut suatu golongan manapun.

Falsafah PSHTfalsafah-psht

dibawah ini merupakan beberapa falsafah atau kata kata mutiara dalam persaudaraan setia hati terate beserta arti dan penjelasannya

1. Sephiro Gedhening Sengsoro Yen Tinompo Amung Dadi Cobo

Falsafah Psht yang satu ini mungkin sudah sering kita dengar,falsafah diatas mempunyai arti bahwa sebesar apapun penderitan yang kita alami jika kita menjalaninya dengan hati yang ikhlas maka semua itu hanyalah sebuah cobaan belaka.

2. Olo Tanpo Rupo Yen Tumandhang Amung Sedelok

Kata Kata bijak Psht ini mempunyai arti hamper sama dengan falsafah pertama yakni semua rasa sakit, kesusahan, kesedihan dan semua masalah dalam hidup jika kita menjalaninya dengan hati yang lapang maka masalah tersebut terasa sangat sebentar.

3. Tega Larane, Ora Tego Patine

Falsafah inilah yang menjadi pedoman Psht yaitu seorang pendekar berani untuk menyakiti dengan niat untuk memperbaiki bukan untuk merusak apalagi membunuh jiwa seseorang hal tersebut tidak ada dalam falsafa SH Terate.

4. Suro Diro Joyo Diningrat Lebur Dening Pangastuti

Kata Kata bijak Psht yang satu ini mempunyai arti bahwa segala Kesaktian, Kepandaian, Kejayaan, dan Kekayaan dapat dihancurleburkan hanya dengan budi pekerti yang luhur.

5. Satria Ingkang Pilih Tanding

Falsafah ini sangat cocok untuk mengambarkan kehidupan para pesilat sekarang yaitu pesilat sejati yaitu pesilat yang melawan seseorang yang sebanding, bukan orang yang lebih lemah darinya atau bahkan orang yang tidak mempunyai ilmu beladiri.

6.Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake

Falsafah ini mempunyai makna sesorang yang berani tanpa harus ada kawan disampingnya dan jika menang tidak mungkin dirinya merendahkan atau merasa hebat dari lawannya.

7. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan

Kata kata ini bermakna sangat dalam, jika kita dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari pasti kita tak akan merasa sakit hati, falsafah ini mempunyai arti jika musibah datang menghampiri maka kita tak perlu sakit hati dan jika kita kehilangan sesuatu maka sewajarnya kita tak perlu bersusah hati.

8. Ojo Seneng Gawe Susahe Liyan, Opo Alane Gawe Seneng Liyan

Kata kata ini menggambarkan hayuning bawono sesungguhnya dimana kita dituntuk untuk tidak suka membuat orang lain susah karena tak ada buruknya membuat orang lain bahagia.

9. Ojo Waton Ngomong Ning Yen Ngomong Sing Gawe Waton

Kata kata sebenarnya lebih cocok untuk generasi sekarang, arti didalamnya yaitu jika kamu bicara maka jangan hanya bisa bicara tetapi perkataanmu harus juga bisa dibuktikan.

10. Ojo Rumongso Biso Ning Sing Biso Rumungso

Artinya jangan sekali-kali kita merasa paling bisa diantara orang lain tetapi kita harus sadar diri terhadap apa yang dapat kita lakukan untuk orang orang di sekitar kita.

11. Ngunduh Wohing Pakarthi

Falsafah ini hampir mirip dengan kata kata “sopo sing nandur bakal ngunduh” yaitu barang siapa yang berbuat baik pasti dia akan mendapat balasannya dan barang siapa yang berbuat keburukan di juga akan menerima akibat dari perbuatannya.

12. Jer Basuki Mawa Beya

Maknanya yakni setiap kesuksesan membutuhkan sebuah pengorban yang besar, kita tidak bisa langsung mendapatkan apa yang kita inginkan.

13. Budhi Dayane Manungso Tan Keno Ngluwihi Kodrate Sing Maha Kuwoso

Kata kata ini mempunyai arti seberapa baiknya manusia, seberapa kuatnya manusia, seberapa hebatnya manusia dia tidak mungkin bisa untuk menandingi takdir yang telah ditetapkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

14. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara

Falsafah diatas mempunyai arti setiap manusia yang hidup di dunia ini haruslah ia untuk mengusahakan terhadap dirinya untuk keselamatan, kesejahteraan dan kebahagiaan. Dan tak hanya itu dia juga dituntut untuk memberantas semua sifat sifat buruk yang ada dalam dirinya seperti sifat angkara murka, sombong, tamak, kikir dan serakah.

15. Sepiro duwurmu ngudi kawruh, sepiro jeromu ngangsu ngilmu, sepiro akehe guru

ngajimu tembe mburine mung arep ketemu marang sejatine awake dewe Inilah falsafah yang pantas untuk mengambarkan seorang murid atau siswa, kata kata ini bermakna seberapa tinggi kita mencari ilmu pengetahuan, sedalam apapun kita menuntut ilmu, dan seberapa banyaknya guru yang mengajar kita, hal tersebut kembali
ke diri kita sendiri.

16. Sopo sing wus biso nemoake sedulur batine kakang kawah adi ari-ari papat kiblat lima pancer, sejatine wus nemu guru sejatine

Maknya yaitu barang siapa yang suddah menemukan saudara batinya maka dia sudah menemukan guru sejati.

17. Sekti tanpo aji digdoyo tanpo guru

Bermakna sudah sakti tanpa “aji aji” atau biasa di sebut jimat, dan dia sudah hebat tanpa perlu untuk berguru.

18. Kridhaning ati ora bisa mbedhah kuthaning pesthi

Falsafah ini mengartikan seberapa besar gejolak hati / jiwa tak akan mampu merubah kepastiaan.

19. Amemangun karyenak tasing sesame

Bermakna membut bahagia perasaan orang lain, yakni kita di tuntuk untuk senag untuk membuat bahagia orang lain disamping perasaan kita sendiri.

20. Sukeng tyas yen den hita

Falsafah ini mengandung arti mau atau bersedia menerima kritikan, teguran atau nasihat, kita tidak boleh untuk merasa paling benar dan paling kuat sehingga tidak membutuhkan nasihat orang lain.

21. Aja Adigang, Adigung, Adiguna

“Jangan sekali merasa paling kuasa, paling besar, dan paling sakti”, manusia dituntut agar selalu bersifat rendah hati.

22. Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo

Jangan sekali-kali tergoda dengan yang hal yang kita anggap itu cantik, elok, mewah, bagus dan jangan pula berniat untuk mendua agar semangat dan niat dalam hidup kita tidak memudar.

23. Sing Resik Uripe Bakal Mulya

Bermakna barang siapa yang dalam kehidupannya bersih (hati dan tingkah lakunya) maka hidupnya akan mulia atau sejahtera

24. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka, Sing Was-was Tiwas

Jangan pernah merasa paling pintar diantara orang lain agar kita tidak salah arah dalam melangkah, jangan pula suka untuk berbuat curang kepada orang lain agar kita tidak celaka, dan siapa orangnya yang selalu ragu-ragu dalam melangkah maka dia akan merugi.

25. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman

Falsafah diatas menunjukan arti Kita dituntut untuk tidak terlalu mengharapkan untuk memperoleh kedudukan, kekayaan dan kenikmatan dunia

26. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman

Maksud dan artinya yaitu jadi orang jangan mudah heran, jangan mudah menyesal dan jangan mudah terkejut serta jangan mudah manja atau mengharapkah bantuan orang lain.

27. Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe, Banter tan Mbancangi, Dhuwur tan Ngungkuli

Makna dari falsafah diatas adalah selalu bersemangat dan bekerja keras tanpa sedikitpun pamrih, cepat tapi tidak harus mendahului orang lain, dan tinggi tanpa perlu melebihi orang lain.

30. Urip Iku Urup

Falsafah diatas menunjukan arti bahwa hidup itu menyala, secara luasnya sepantasnya kita hidup untuk memberi kemanfaatan untuk orang disekitar kita, jika kita memberikan manfaat yang besar maka akan lebih baik.

Tetapi meskipun kita hanya memberikan manfaat yang kecil itupun tak menjadi masalah yang terpenting kita hidup tidak untuk meresahkan masyarakat sekitar.

31. Sak Apik-apike Wong Yen Aweh Pitulung Kanthi Cara Dedhemitan

Sebaik baiknya orang yaitu orang yang memberikan pertolongan kepada orang lain dengan cara sembunyi-sembunyi, hal tersebut untuk menghindari sifat riya dan sombong

Itulah penjelasan dari sejarah dan arti lambang PSHT, semoga apa yang disampaikan kali ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita, khususnya warga PSHT agar selalu menguatkan tali persaudaraan dan tidak melupakan sejarah PSHT

dan seperti biasa, terimakasih sudah mampir

sejarah PSHT

Tinggalkan komentar