Sejarah, Akulturasi, Arsitektur dan Gambar Masjid Agung Demak

Sejarah, Akulturasi, Arsitektur dan Gambar Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak – Halo hai sobat semua…. pernah gak kamu mengunjungi kota Demak. Kota yang terkenal dengan sebutan kota wali dan kota santri ini memang terkenal dengan berbagai tempat wisata religiusnya.

Seperti yang kita ketahui bersama, saat kita mengunjugni bangunan yang mempunyai nilai sejarah maka akan memberikan kesan tersendiri saat kita dapat mengunjuginya.

Jika kamu bekunjung ke Demak maka terasa belum afdhol jika belum mengunjungi masjid agung yang satu ini. Yaps, masjid tersebut ialah masjid agung demak. Masjid tertua di Indonesia atau bahkan Masjid yang pertama kali dibangun di Nusantara ini dulunya pernag dijadikan tempat berkumpulnya para wali untuk menyebarkan agama islam di Indonesia

Sesuai dengan namanya masjid agung demak berada di kota demak, tepatnya di Kauman, Kecamatan Bintaro, kabupaten demak dan Provinsi Jawa Tengah. Masjid ini juga berada di pusat keramaina demak yakni alun-alun demak, hal ini membuat masjid agung demak tidak sulit untuk dicari

Dibawah ini merupakan penjelasan dari sejarah, arsitektur, interior dan fakta unik lainnya tentang masjid agung demak

Sejarah Masjid Agung Demak

sejarah-masjid-agung-demak

Masjid agung demak didirikan pada tahun 1 shofar tahun 1401 Saka. Pendirinya ialah Raden Fatah yang merupakan Sultan pertama Kerajaan Demak pada abad ke 15 Masehi. Raden Fatah dan para wali atau masyarakat biasanya menyebutnya Wali Songo ini membangun Masjid kharismatik ini dengan gambaran dari seokor bulus

Hal ini karena tahun pendiriaanya yang dilakukan pada tahun 1401 Saka yang mempunyai filosofi sebagai berikut.

Angka 1 (satu) merupakan gambaran dari kepala bulus

Angka 4 (empat) merupakan gambaran dari kaki bulus yang jumlahnya ada empat

Angka 0 (nol) merupakan gambaran dari badan bulus

Angka 1 (satu) merupakan gambaran dari ekor bulus

Candra sengkala memet atau bisa disebut dengan filosofi tahun ini mempunyai arti Sarira Sunyi Kiblating Gusti.

Dahulu pada awal-awal dibangun masjid ini menjadi tempat berkumpalnya para wali, dan pusat persebaran agama islam

Arsitektur masjid agung demak

Asal-Usul-Masjid-Agung-Demak

Jika ditinjau dari segi arsitekturnya masjid agung demak ini merupakan simbol arsitektur tradisional asli Indonesia dimana didalamnya sarat akan makna . masjid ini terlihat sederhana tetapi juga menunjukan kesan yang anggun, megah, indah dan mempunyai kharisma tersendiri

Masjid agung demak terdiri dari 2 bangunan yaitu bangunan induk dan bangunan sermbi. Masjid ini mempunyai 4 tiang utama yang tingginya mencapai 16 metere dan konon katanya dibuat oleh 4 sunan dari wali songo yaitu sunan kalijaga, sunan Bonang, Sunan Gunung Jati dan juga sunan Ampel.

Ke 4 tiang tersebut dikenal dengan nama saka guru. Saka yang ada dibagian barat daya dibuat oleh Sunan Gunung Jati, Saka yang ada dibagian tenggara dibuat oleh Sunan Ampel, Saka yang ada dibagian timur laut dibuat oleh Sunan Kalijaga, dan Saka yang ada dibagian barat laut dibuat oleh Sunan Bonang.

Dari keempat saka tersebut, saka dari sunan kalijaga lah yang berbeda dari saka-saka lainnya, saka tersebut dikenal dengan nama saka tatal yakni saka yang terbuat dari potongan balok yang tersusun dan kemudian diikat

Serambi masjid merupakan ruangan yang terbuaka dimana atasnya berbentuk limas tingkat tiga. Tingkat tersebut merupakan filosofi dari Iman, Islam dan Ikhsan. Serambi masjid agung demak dibuat pada jaman Adipati Yunus (sultan ke 2 kesultanan Demak), dimana terdapat delapan tiang tepat didepan masjid

Tiang-tiang di serambi pun dihiasi oleh ukiran. Dan diserambi juga terdapat 2 bedug yang berukuran 2.5 meter x 3.5 meter. Dan salah satu bagian unik lainnya yaitu pintu di masjid agung demak, pintu tersebut ialah pintu Bledeg yang konon katanya dapat menahan petir

Pintu Bledeg dibuat oleh Ki Ageng Selo, pintu Bledeg ini merupakan salah prasasti Candra Sengkala yang menunjukan makna Nogo Mulat Sarira Wani yaitu arti dari 1338 tahun Saka.

Tak hanya pintu bledeg, masjid agung demak juga mempunyai tempat imam yang khas, mihrab atau tempat imam mempunyai hiasan gambar berbentuk bulus. Disamping mihrab, tepatnya di mimbar tempat untuk khotbah terdapat mimbar yang mepunyai sebutan Dampar Kencono.

Dampar Kencono atau Mimbar ini merupakan benda Arkeolog peniggalan kerajaan majapahit pada abad ke 15, mimbar ini merupakan hadiah dari raden kertabumi kepada Raden fatah sultan demak pertama

Selain itu juga di Masjid Agung Demak terdapat Pawestren yang merupakan tempat khusus sholat bagi jamaah perempuan. Tempat ini dibangun pada zaman K.R.M.A. Arya Purbaningrat pada tahun 1886 Masehi, dengan luas yang membujur ke kiblat sebesar 7,3 meter x 15 meter.

Terbuat konstruksi kayu jati dengan 8 tiang penyangga dan atap berbentuk limas berupa sirap kayu jati.

Akulturasi masjid agung demak

akulturasi-masjid-agung-demak

Akulturasi adalah percampuran beberapa kebudayaan dimana kebudayaan tersebut mempengaruhi kebudayaan yang lain. Sedankan akulturasi masjid agung demak tentu saja dipengaruhi kebudayaan islam, dimana islam sendiri identik dengan kebudayaan timur tengah khususnya arab

Meskipun dipengaruhi oleh kebudayaan arab, tetapi kebudayaan Majapahit lah terlihat lebih mencolok. Hal ini dapat dilihat dari atap masjid yang berbentuk limas yang merupakan gaya bangunan kerjaan Majapahit pada masa itu. Tidak seperti kebanyakan masjid zaman sekarang yang mempunyai atap berbentuk kubah

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa zaman kerajaan majapahit masih memeluk agama hindu, dan beberapa arkeolog berpendapat bahwa pembangunan masjid yang mirip dengan pura (tempat ibadah umat hindu) ini menunjukan akulturasi dan toleransi

Toleransi ini memang sangat dibutuhakan oleh para ulama terdahulu untuk menyebarkan agama islam dengan cara yang halus dan ramah, masjid agung demak juga terlihat harmonis dtengah kehidupan masyarakat hindu yang begitu dominan pada saat itu

Museum masjid agung demak

masjid-agung-demak-merupakan-salah-satu-masjid-tertua

Selain sebagai tempat ibadah masjid agung demak juga terdapat beberapa temapt lain seperti museum. Museum selalu terbuka selama jam kerja, didalamnya terdapat beberpa peninggalan Masjdi Agugn Demak.

Benda bersejarah yang terdapat pada museum ini lebih dari 60 benda. Anggaran pembangunannya juga memakan banyak biaya yakni Rp 1,1 miliar dari APBD Demak dan sisanya dibantu oleh Badan Kesejahteraan Masjid Agung Demak

Didalam museum ini terdapat beberapa soko guru yang rusak, bedug peniggalan para wali terdahulu, kentongan, sirap, 2 gentong atau tempayan besar hadiah dari Putri Campa (Dinasti Ming) pada abad ke 14 dan beberapa foto masjid agung demak zaman dulu

Tak hanya itu didalamnya juga terdapat al quran tulisan tangan, perlatan rumah tangga dari kristal dan kaca, prasasti kay yang memuat angka 1334 Saka, kayu tiang tatal atau saka tatal (buatan sunan Kalijaga), lampu robyong masjid yang diperkiran dipakai pada tahun 1923 samapi dengan 1935 masehi

Hal yang menarik para pengunjung ialah pintu bledeg buatan ki ageng selo, pintu bledeg ini berukiran tumbuhan, jambangan, mahkota, dan kepala naga dengan mulut yang menampkan gigi runcingnya. Konon kepala naga tersebut merupakan gambaran dari perti yang berhasil ditangakap oleh si pembuat pintu, Ki Ageng Selo

Gambar masjid agung demak

dibawah ini merupakan beberapa potret dari Masjid Agung Demak

masjid-agung-demak masjid-agung-demak-saksi-kesaktian-para-wali gambar-masjid-demak gambar-masjid-demak-tampak-depan masjid agung demak masjid-agung-demak-masjid-para-wali

itulah beberapa penjelasan mengenai sejarah, akulturasi, arsitektur dan gambar masjid agung demak, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua

dan seperti biasa, terima kasih sudah mampir

Masjid Agung Demak

Tinggalkan komentar