Berita viral biasanya sampai lebih dulu ke grup chat daripada ke halaman media resmi. Sebelum menekan tombol teruskan, jalankan tujuh langkah cek berita viral sebelum menyebarkan berikut supaya kamu tidak ikut menyebarkan informasi yang salah. Urutannya disusun dari yang paling cepat dilakukan.
1. Lacak sumber asli sebelum membaca caption
Caption yang menyertai unggahan viral sering ditulis ulang oleh orang yang tidak terlibat langsung. Klik atau cari tautan sumbernya, lalu pastikan isinya sama dengan klaim di caption. Kalau unggahan hanya berupa tangkapan layar tanpa tautan, anggap informasinya belum terverifikasi.
Akun media sosial resmi instansi, media, atau lembaga biasanya mencantumkan tautan ke pernyataan lengkap. Kalau klaim viral tidak ditemukan di kanal mana pun milik pihak yang disebut, ada bagian yang kemungkinan dipotong atau ditambahkan.
2. Cocokkan dengan minimal dua pemberitaan lain
Satu artikel belum cukup. Cari pemberitaan dari media lain yang punya ruang redaksi dan bisa dimintai pertanggungjawaban. Perhatikan apakah detail intinya sama: nama, lokasi, waktu, dan angka.
- Media besar dengan proses penyuntingan biasanya lebih lambat memberitakan, tetapi detailnya lebih lengkap.
- Media lokal sering punya akses langsung ke lokasi dan pelaku, jadi berguna untuk memastikan nama dan tempat.
- Kalau hanya satu situs yang memberitakan dan tidak ada media lain mengikutinya, tahan dulu penyebarannya.
3. Periksa tanggal dan lokasi kejadian
Banyak konten viral merupakan peristiwa lama yang didaur ulang. Cek tanggal unggahan asli, bukan tanggal unggahan ulang. Perhatikan juga nama tempat dan instansi yang disebut apakah masih relevan dengan kondisi sekarang.
Peristiwa yang terjadi di luar negeri kadang diberi narasi seolah terjadi di Indonesia. Ciri paling mudah terlihat dari bahasa di latar belakang foto, papan nama, atau seragam petugas.
4. Balik citra gambar untuk mencari versi aslinya
Tangkapan layar dan foto sering dipakai di luar konteks. Simpan gambarnya, lalu gunakan pencarian gambar terbalik untuk melihat di mana foto itu pernah muncul. Kalau foto yang sama dipakai untuk peristiwa berbeda di tahun berbeda, klaim dalam unggahan kemungkinan besar salah.
Untuk video, perhatikan potongan yang hilang. Rekaman pendek tanpa awal dan akhir biasanya memotong bagian yang menjelaskan situasi sebenarnya.
5. Baca pernyataan resmi pihak yang disebut
Kalau klaim menyebut nama pejabat, perusahaan, atau lembaga, cari pernyataan resmi di situs atau kanal mereka. Banyak bantahan resmi terbit beberapa jam setelah kabar viral menyebar, tetapi tidak pernah sepopuler unggahan aslinya.
Informasi yang beredar di grup keluarga punya tantangan sendiri karena biasanya berupa pesan berantai tanpa tautan. Panduan cara cek kebenaran informasi di grup WhatsApp keluarga membahas langkah praktis menghadapi pesan semacam ini tanpa memicu perdebatan.
6. Kenali pola bahasa yang menandakan provokasi
Konten yang dirancang memancing emosi biasanya memakai huruf kapital berlebihan, ajakan segera menyebarkan, dan kata-kata seperti “sebarkan sebelum dihapus”. Pola ini dipakai untuk menekan pembaca agar bereaksi sebelum sempat memeriksa.
Berita yang benar tetap bisa penting, tetapi penyampaiannya tidak perlu memaksa. Setelah memeriksa fakta, kamu juga perlu mengatur jarak dari emosi yang ditimbulkan. Langkahnya dijelaskan dalam artikel cara membaca berita tanpa terbawa emosi supaya penilaianmu tetap jernih.
7. Tulis ulang klaimnya dalam satu kalimat sebelum meneruskan
Coba ringkas isi berita menjadi satu kalimat tanpa menambahkan opini. Kalau kamu kesulitan karena detailnya saling bertabrakan, informasinya belum siap dibagikan. Klaim yang jelas akan mudah diringkas.
Setelah itu tentukan sikap: teruskan dengan tautan sumber, bagikan hanya sebagai pertanyaan, atau diamkan. Membagikan tautan sumber lebih aman daripada meneruskan tangkapan layar, sebab pembaca lain bisa memeriksa sendiri.
Meneruskan informasi bukan tindakan netral. Setiap kali pesan berpindah tangan, jumlah orang yang menganggapnya benar ikut bertambah.
Kapan sebaiknya berhenti memeriksa dan menunggu
Sebagian peristiwa viral, terutama bencana dan kecelakaan, masih berlangsung saat kabarnya menyebar. Angka korban dan lokasi bisa berubah cepat. Dalam kondisi ini, pantau kanal resmi yang memperbarui informasi secara berkala, seperti yang dibahas dalam perbandingan platform berita langsung untuk pemantauan bencana.
Kalau klaim menyangkut harga barang atau gejolak mata uang, tarik napas dulu. Nilai tukar dan harga bisa bergerak cepat, sehingga unggahan lama mudah disalahartikan sebagai kondisi terkini. Pahami dulu nilai tukar rupiah dan dampaknya ke harga barang agar tidak panik oleh angka yang sudah basi.
Ringkasan
Tujuh langkah di atas bisa diselesaikan dalam beberapa menit: lacak sumber asli, bandingkan dengan media lain, periksa tanggal dan lokasi, balik citra gambar, cek pernyataan resmi, kenali pola provokasi, lalu tulis ulang klaimnya. Kalau satu langkah saja tidak bisa kamu penuhi, tunda dulu sebelum menyebarkan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lama waktu yang wajar untuk memeriksa satu berita viral?
Biasanya cukup lima sampai sepuluh menit untuk mencari sumber asli dan satu-dua pemberitaan pembanding. Kalau dalam rentang itu tidak ada bukti pendukung, lebih baik tidak meneruskan.
Apakah pencarian gambar terbalik bisa gagal?
Bisa. Gambar yang sudah dipotong, diberi filter, atau diambil dari rekaman video sering tidak ditemukan. Kalau hasilnya kosong, itu bukan bukti gambar asli, hanya berarti kamu belum menemukan sumbernya.
Apa yang harus dilakukan kalau keluarga terlanjur menyebarkan hoaks?
Kirim tautan sumber resmi secara pribadi, bukan di grup, dan hindari menyebut kata hoaks secara langsung. Jelaskan bagian mana yang keliru dengan bahasa tenang agar penerima tidak merasa diserang.